Selasa, 28 Oktober 2008

Peluang Usaha dan Bisnis Tanaman Kantong Semar


Bentuknya yang unik seperti kantong itulah yang membuatnya disebut kantong semar atau dalam bahasa latin nepenthes. Keunikan tanaman ini juga karena kantongnya dapat menangkap serangga yang dijadikan nutrisi untuk tanaman ini. Tentang harga, tanaman ini bisa mencapai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Peluang usaha dan peluang bisnis ini sangat pantas untuk kita pertimbangkan .
Bila kita ingin melakukannya sendiri maka kita dapat menggunakan waktu senggang untuk merawat tanaman ini.



Target Pasar
Konsumen terbesar dari tanaman ini adalah datang dari kelas menengah keatas dan para pecinta tanaman. Namun tidak menutup kemungkinan untuk kelas menengah juga membelinya sebagai hobi.
Hal-hal Yang Dibutuhkan
Pertama kita harus memperoleh bijinya terlebih dahulu untuk dikembang-biakkan. Akan lebih mempermudah cara belajar kita jika kita juga membeli tanaman yang sudah jadi meskipun dalam ukuran yang masih kecil. Sehingga pada saat biji yang kita tanam sudah mulai tumbuh, kita sudah terbiasa dalam perawatannya.
Jenis kantong semar yang paling laku di Indonesia adalah jenis Nepenthes gracilis, dimana harganya tergantung dari warnanya. Untuk warna hijau harganya Rp 50.000,- untuk yang belum keluar kantong. Untuk yang sudah keluar kantong, berkisar Rp 100.000,- Untuk yang berwarna cokelat lebih mahal, yakni berkisar antara Rp 150.000,-hingga Rp 200.000,-. Yang harganya termahal adalah Nepenthes reinwardtiana dimana nilainya dapat mencapai Rp 1.000.000,-
Kendala
Bagi masyarakat yang bukan pecinta tanaman, mungkin belum begitu mengenal jenis tanaman ini. Dan hal ini mungkin menjadi kendala yang terbesar bagi kita yang baru memulai jenis usaha ini.
Tips
Ikut serta dalam pameran adalah wadah yang sangat bermanfaat sekali bagi kita selain memasarkannya melalui media massa dan sarana internet.
Dengan membaca majalah atau tabloid serta buku yang secara khusus membahas tentang tanaman ini akan sangat membantu. Tanaman ini sudah sering dibahas dikarenakan oleh keuntungan besar yang menanti.
Tips Merawat Tanaman Kantong Semar
Kita dapat memperbanyak tanaman ini dengan setek batang. Berikut adalah cara yang paling mudah:
Pilihlah tanaman yang telah dewasa yang berumur sekitar 1 tahun dengan tinggi minimum 1 meter.
Potong batangnya sepanjang 15 cm dengan menyisakan 3-4 ruas daun, lalu potong setengah helai daun untuk mengurangi penguapan. Dan potonglah daun paling ujung hingga pangkalnya untuk mempermudah ujung pangkal setek masuk ke dalam media tanam.
Olesi ujung bawah setek dengan hormon pemacu akar atau dengan fungisida untuk mencegah batang terserang jamur.
Tanamlah batang setek pada polybag berukuran 8 cm x 15 cm atau pada gelas plastik berukuran diameter 9 cm dengan tinggi 13 cm yang dasar dindingnya telah dilubangi.
Gunakan media tanam dengan komposisi 1:1, dan letakkan tanaman di tempat yang terlindung dengan intensitas cahaya matahari berkisar 25% dengan kelembapan udara 70-80%. Tunas daun akan tumbuh dalam waktu 2-4 minggu.
Hindarilah tanaman dari sinar matahari langsung.
Setelah memilki 3-4 daun, kita dapat memindahkan tanaman ke pot berdiameter 10-15 cm dengan menambahkan humus, kompos, atau moss. Setelah itu letakkanlah dalam intensitas cahaya 50%.
Anda tertarik memanfaatkan peluang usaha dan bisnis tanaman kantong semar ini?


09:43:11 - Rabu 29 Oktober 2008 - Makasih untuk Yanti,Zaza,Haura juga keluarga di Bengkalis....

http://carnivoreplant.blogspot.com

Mengapa Semut tidak Dimangsa Si Kantong Semar?




Di dalam kantung tumbuhan “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.
Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan Nepenthes, mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Dan sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.
Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?
Semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama “nektar tersisa” yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu ini bertepatan dengan satu-satunya waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.


Pada gambar, kita dapat melihat tumbuhan kantong semar sebagai “perangkap serangga”. Namun, serangga-serangga tertentu lolos dari jebakan tumbuhan kantong semar. Misalnya, semut dapat hidup berdampingan dengan kantong semar. Secara ajaib, tumbuhan ini tidak mempedulikan keberadaan semut.
Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras, sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai “keseimbangan ekologi”. Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu sang pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Mahakuasa atas alam semesta. Al Quran menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:





“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”(QS. Al-Hasyr, 59:24)

Selayang Pandang tentang Kantong Semar


Bagi kalangan pencinta tanaman, jenis ini merupakan pendatang baru yang sedang naik daun. Kantong Semar sebuah nama yang tidak asing lagi bagi kita akan tetapi masih banyak orang yang belum melihat secara lansung si Tanaman Karnivora. Nepenthes, pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne. Nama Nephentes diambil dari sebuah nama gelas anggur. Di Indonesia, disebut sebagai kantong semar, dengan sebutan beragam di berbagai daerah, periuk monyet (Riau), kantong beruk (Jambi), ketakung (Bangka), sorok raja mantri (Jawa Barat). ketupat napu (Dayak Katingan), telep ujung (Dayak Bakumpai), dan selo begongong (Dayak Tunjung).
Tumbuhan yang termasuk dalam golongan tumbuhan liana (merambat) ditanah ataupun di ranting-ranting pohon,berumah dua, serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Hidup di tanah (terrestrial), ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain (epifit). Kantong Nepenthes merupakan perubahan bentuk dari ujung daun yang memiliki fungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Karenanya tumbuhan ini digolongkan sebagai tanaman karnivora (carnivorous plant), selain Venus Flytrap (Dionaea muscipula), sundews (Droseraceae) dan beberapa jenis lainnya. Tanaman karnivora umumnya hidup pada tanah miskin hara, khususnya nitrogen, seperti kawasan kerangas.
Nepenthes termasuk dalam famili Nepenthaceae dan kelas Magnoliopsida pada umumnya tumbuh pada hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur, padang savanna dan tepi danau. Nepenthes tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Terdapat sekitar 82 jenis nepenthes di dunia dan 64 jenisnya berada di Indonesia Borneo (Kalimantan, Serawak, Sabah, dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes di dunia. Sesuai dengan ketinggian tempat hidupnya, Nepenthes dibagi menjadi tiga golongan, yaitu yang hidup pada dataran rendah (0-500 mdpl (meter dari permukaan laut)), dataran menengah (500-1.000 mdpl) dan dataran tinggi (di atas 1.000 mdpl). Untuk di dataran rendah meliputi jenis N. gracilis, N. mirabilis, N. reinwardtiana, dan N. raflesiana, N. adnata, N. clipeata, N. mapuluensis merupakan jenis yang dapat hidup di dataran menengah. Sedangkan yang dapat tumbuh baik di dataran tinggi meliputi N. diatas, N. densiflora, N. dubia, N. ephippiata dan N. eymae. Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.
Manfaat Kantong Semar
Selain semangat tanaman hias Kantong Semar juga memiliki fungsi yang tidak kalah penting, diantaranya :
1.Sebagai Indikator Iklim
Jika pada suatu kawasan atau areal di tumbuhi oleh Nepenthes gymnamphora, berarti kawsan tersebut tingkat curah hujannya cukup tinggi, kelembapan diatas 75 %, tanahnya pun miskin unsur hara
2.Tumbuhan Obat
Cairan dari kantong yang masih tertutup, digunakan sebagai obat batuk.
3.Sumber air minum bagi Petualang
Bagi para pendaki gunung yang kehausan kantong semar jenis N. gymnamphora merupakan sumber air yang layak minum karena pH-nya netral (6-7), tetapi kantong yang masih tertutup, karena kantong yang terbuka sudah terkontaminasi dengan jasad serangga yang masuk kedalam, pH-nya 3 dan rasanya masam.
4.Sebagai Pengganti tali
Batang dari Kantong Semar ini bisa di gunakan sebagai pengganti tali untuk pengikat barang.
Ancaman Si Kantong Semar
Semua jenis Nepenthes adalah dilindungi, akan tetapi keberadaannya sekarang ini sudah semakin sedikit. Habitatnya yang semakin sempit baik itu di karenakan aktifitas manusia secara lansung maupun maupun tidak lansung.
Ancaman terhadap si Kantong Semar :
1.Pembukaan Kawasan Tambang
2.Pembukaan Kawasan Untuk Tambak
3. Eksploitasi jenis untuk di komersilkan
Pesona nephentes kini kian melejit. Banyak penggemar tanaman mulai mengoleksi beragam jenisnya. Keunikan sosok dan sifat menjadi daya tarik utama. Misalnya, kemampuan tanaman memangsa serangga. Meski umum ditemukan di dataran tinggi, tetapi beberapa mampu beradaptasi di dataran rendah. Sayang, merawat agar kantongnya banyak dan memperbanyak nephentes tidaklahlah mudah. Butuh penanganan dan perawatan yang tepat agar tampil prima. Bila tak piawai merawat, biarkan keindahan kantong semar itu berada di habitatnya agar si pemangsa tetap jadi penguasa pegunungan.

NEPHENTES: SI KANTONG NAN IMUT

NEPHENTES: SI KANTONG NAN

Kantong Semar tetap punya fans fanatik. Flora ini digemari bukan saja lantaran warnanya yang indah. Tapi juga karena bentuknya aneh serta tabiatnya yang “nyeleneh”. Ternyata tidak semua suka semut. Ada yang suka rayap. Dan ada pula yang vegetarian alias tidak suka daging.





Klik untuk melihat foto lainnya... Flora ini banyak digemari bukan saja lantaran warnanya yang indah. Melainkan karena bentuknya aneh serta tabiatnya yang “nyeleneh”. Si kantung maut alias Nepenthes adalah tumbuhan yang ditakdirkan menjadi penghuni tanah tandus. Ia hidup di kawasan rawa gambut serta pesisir pantai berbatu-karang. Nepenthes hanya memiliki akar berukuran pendek berjumlah sedikit. Kondisi itulah yang memaksanya menjalani profesi sebagai tumbuhan penyamun. Agar sukses merampok serta membunuh para korban, Nepenthes dikaruniai peranti penyergap berwujud kantung ajaib. Terletak di ujung daun. Organ pembantai itu dilengkapi senjata kimia di dalamnya. Kantung maut yang dimiliki Nephentes dibagi menjadi tiga bagian. Yaitu kantung atas, kantung antara dan kantung bawah. Kantung atas memiliki helaian daun penutup. Sewaktu daun masih muda, pundi pemangsa tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung penyamun ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh. Bibir lubang kantung dilengkapi dengan alat penipu. Organ itu berwarna merah serta mampu menebarkan aroma manis. Binatang penyuka menu bercitarasa manis dan beraroma busuk adalah sasaran empuk bagi Nephentes. Semisal semut dan lalat. Warna bibir nepenthes yang merona serta beraroma manis itu akan memikat dan membuat lengah calon mangsa. Binatang yang terpikat dan bernasib apes tergelincir masuk ke dalam kantung antara yang licin. Cairan yang berada dalam kantung tengah lalu mencerna tubuh mangsa itu. Cairan asam itu taklain adalah ramuan enzim bernama proteolase. Dihasilkan oleh kelenjar di permukaan kantung bawah. Tubuh mangsa naas itu kemudian diolah menjadi garam Posphat dan nitrat. Nah, sekarang berarti periuk maut itu telah menyajikan “sop semut” yang siap diserap oleh Si Nepenthes. Tidak semua jenis Nepenthes memiliki mangsa favorit yang sama. Semut adalah menu kesukaan bagi N. mirabilis. Species kantung semar N. albomarginata adalah pemburu sepesialis rayap. Ada pula species katung semar yang “vegetarian” alias tak suka menyantap daging. Yaitu N. ampullaria. Kantung semar yang satu ini suka melalap guguran dedaunan dari tumbuhan yang berada di atasnya. Sedangkan N. lowii adalah kantung semar yang bermenu favorit kotoran burung. Jika Anda berminat, silakan membeli nepenthes hasil tangkaran. Selain tidak melanggar aturan yang ada, nepenthes hasil tangkaran umumnya lebih mudah hidup ketimbang yang diambil langsung dari alam. Nepenthes hasil budidaya memiliki daun yang bersih. Sebaliknya nepenthes dari alam biasanya berdaun kusam serta banyak bercak kotoran. Meski terkenal suka membunuh, nepenthes adalah jenis mahluk yang dilindungi oleh negara. Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistimnya mengatur peredaran nepenthes. Hanya nepethes yang besaral dari penangkaran yang boleh diperjual-belikan. Pemerintah melanrang perdagangan Nepenthes yang berasal dari alam. Selain itu, nepentes lokal juga dilarang hijrah ke luar negeri. Ada banyak bentuk kantung yang bisa ditemukan. Mungil, bongsor langsing, dan pendek gembrot. Pola warnanyapun berraneka ragam. Ada yang bermotif loreng-loreng merah, merah menyala, dan hijau. Umumnya kantung berwarna indah dimiliki oleh jenis nepenthes dataran tinggi yang berhawa dingin. Ada sekitar 82 jenis nepenthes yang tumbuh di muka bumi. 64 di antaranya merupakan tumbuhan endemik Indonesia. Kalimantan adalah kerajaan nepenthes. Di pulau suku Dayak itu hidup sekitar 32 jenis nepenthes. 29 jenis lain merupakan hartakarun hayati yang tersimpan di Sumatera.Secara garis besar, jenis nepenthes dibedakan menjadi dua. Yaitu nepenthes dataran tinggi serta nepenthes dataran rendah. Berbagai jenis nepenthes dataran tinggi diantaranya yaitu N. burbidgeae, N. Lowii, N. Rajah, N. Villosa, N.Fusca, N.Sanguinea. Mereka adalah penghuni daerah pegunungan berketinggian lebih dari 100 m di atas permukan air laut. Kisaran suhu malam hari yang dibutuhkan yaitu 20 – 12ºC. Sedang kisaran suhu siang hari antara 25 – 30ºC. Jenis nepenthes dataran rendah diantaranya yaitu N. alata, N. egmae, N. khasiana, N. mirabilis, N. ventricosa, N. ampullaria, N. bicalcarata, N. gracilis dan N. Maxima. Mereka tumbuh subur di dataran berketinggian 0 – 500 m di atas permukaan air laut. Nepenthes dataran rendah biasanya bersifat epifit menempel di batang pepohonan. Namun ada juga yang hidup secara terestrial di atas tanah bercampur sersah dedaunan. Suhu harian yang dibutuhkan berkisar antara 22 – 34º C. Sementara itu, kelebaban udara yang diinginkan yaitu 70 – 95%. Nepenthes berkembang biak secara vegetatif menggunakan anakan dan secara generatif menggunakan biji. Tumbuhan karnivora ini termasuk jenis flora berumah dua. Artinya, tiap tanaman hanya memiliki satu jenis kelamin bunga. Jadi biar bisa menghasilkan keturunan, ia musti melakukan perkawinan silang. Hal itulah yang menyebabkan banyak terdapat species Nepenthes yang terlahir dari hasil persilangan alami. Perbanyakan secara vegetatif menggunakan anakan lebih mudah dilakukan.. Bayi nepenthes tumbuh di batang bagian bawah. Tanaman muda itu siap disapih alias dipotpong dari induknya jika sudah memiliki jumlah akar yang banyak. Setelah dipotong, ia harus segera ditanam menggunakan media berbahan baku campuran sepagnum moss dan butiran zeolith. Perbandingannya 4 : 1. Spagnum moss dan zeolith bisa dibeli dari toko pertanian. Nepenthes lebih senang disuguh binatang daripada pupuk kandang atau pupuk buatan. Warna kantungnya justru akan semakin menawan dan besar jika media tanamnya miskin hara alias tak subur. Berkat kantung maut itu Anda tak perlu lagi repot-repot meramu pupuk untuk Si nepenthes. Ukuran kantung maut malah kian menciut jika Anda memaksakan diri menjejali nepenthes dengan pupuk. Kantung semar adalah tanaman penyuka air. Jatah penyiraman tidak boleh terlambat. Media tanam wajib selalu dalam keadaan basah. Jika hal itu diabaikan, daun nepenthes bakal keriting dan bahkan bisa menuai ajal. Nepethes yang ditanam secara indoor harus disiram sebanyak 2 – 3 hari sekali. Sementara itu jatah air sebanyak 1 hari sekali diberikan bagi nephaenthes yang ditanam di luar ruangan. Syarat tumbuh lain yaitu sinar matahari penuh. Tumbuhan pemangsa ini setiap hari harus mendapat jatah sinar matahari selama 10 – 12 jam. Intensitas sinar matahari yang baik yaitu sebesar 50%. Kondisi seperti ini bisa dibuat dengan jalan memberikan naungan. Selamat berkebun dan mengoleksi Kantung Semar.


sumber : langitlangit.com

KANTONG SEMAR: TANAMAN UNIK PEMBAWA HOKI


Tak hanya penampilan istimewa, tanaman ini juga menyimpan potensi bisnis yang patut diperhitungkan. Bentuknya unik. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Lantaran itulah, tanaman ini diberi nama kantong semar.



Klik untuk melihat foto lainnya... Tak hanya penampilan istimewa, tanaman ini juga menyimpan potensi bisnis yang patut diperhitungkan. Bentuknya terbilang unik. Mengantong dan membulat di bagian ujung. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Lantaran itulah, tanaman ini diberi nama kantong semar. Sekitar dua setengah tahun silam, 'demam' kantung semar mulai mewabah di Indonesia. Mulanya pada 2004 ketika sebuah majalah hobi terkemuka memopulerkan kembali tanaman ini lewat edisi akhir tahunnya. Seperti bola salju, media-media lainnya ikut mengekor. Puncaknya adalah pada 17 Agustus 2005 saat keelokan tanaman yang punya nama ilmiah nepenthes spp ini secara khusus dipamerkan di Istana Merdeka saat HUT RI ke-60. Bila akhirnya kantong semar mendapat predikat sebagai tanaman unik, agaknya ini tak berlebihan. Bentuk kantong dan corak warnanya mengandung nilai artistik tinggi. Bahkan, bersama amorphophallus dan bunga bangkai (raflessia), kantong semar termasuk jajaran 'elite' karena disebut sebagai tanaman hias unik. Keunikan itu pula yang membuat Abdul Kadir terpikat pada si kantong semar. ''Saya kadung jatuh hati pada bentuk kantong nepenthes yang unik dan beragam,'' ujar pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat. Tak kurang dari 1.300 pot kantong semar dikoleksi Abdul Kadir sejak dua tahun silam. Jutaan rupiah ia habiskan untuk hobi anyarnya itu. Sebagian besar koleksinya ia perjualbelikan pula. Sejak kecil Abdul Kadir memang telah akrab dengan tanaman yang disebut 'periuk kera' di tempat kelahirannya, di Pontianak. Ia mulai melirik kembali kantong semar saat ia kuliah di IPB. Akan tetapi, ia mulai serius mengumpulkan sekitar dua tahun silam. Tak kurang dari 24 jenis nepenthes ia miliki kini. Sebagian besar koleksinya disimpan di penangkaran kantong semar di Pontianak. Adapula yang ditaruh di lokasi nepenthes di Cipayung, Puncak, termasuk pula di ruang pamer nepenthes di bilangan Slipi, Jakarta, dan rumahnya di Bogor.
Namun, Melvin Rossa punya alasan lain untuk menyukai kantong semar. ''Ia jenis karnivora yang pasif,'' ujar Melvin, pencinta nepenthes di Jakarta. Tabiat karnivora merupakan keunikan tersendiri nepenthes. Ini yang membikin orang bangga memelihara kantong semar. Seperti halnya Melvin. Sekitar 400 pot kantong semar mendiami rumah Melvin yang meliputi tak kurang dari 40 jenis yang berasal dari pulau-pulau Indonesia dan mancanegara (terutama impor dari Srilanka dan Malaysia). Selama proses perburuan selama tiga tahun, Melvin menghabiskan puluhan juta rupiah. Maklum saja, ada kantong semar asal Borneo yang harganya di atas sepuluh juta rupiah. Adapula yang harganya cuma Rp 3 atau 5 juta saja. Apakah Melvin tak khawatir koleksinya layu lantas mati? Ia menyatakan bahwa itu risiko dari sebuah hobi. ''Semua pencinta tanaman tahu itu. Hilang dicuri, juga risiko kan? Itu biasa,'' tutur Melvin, seorang pengusaha kapal, yang sejak kuliah sebetulnya sudah mulai jatuh hati pada keunikan nepenthes. Mohamad Apriza Suska juga punya kecintaan serupa pada nepenthes. Ketertarikan pada kantong semar bermula ketika dia magang di rumah kaca terbesar di Ohio State University, AS pada 2003. Saat ini ada lebih dari 80 jenis tanaman karnivora ini yang dikoleksi dan dibudidayakan di kediamannya di desa Ciderum, Caringin, Bogor. Ia juga mengimpor dari Srilanka, Malaysia, Filipina, Jerman, hingga Belanda. Sebagian jadi koleksi pribadinya, sebagian ia jual lagi. Tampaknya, kantong semar tak sekadar menjadi tanaman yang pantas dikoleksi. Kantong semar juga merupakan tanaman pembawa rezeki. Setidaknya inilah yang dialami Abdul Kadir. Dari seratus lusin koleksinya, ada satu yang paling favorit. Sebuah nepenthes jenis bicalcarata yang tinggi kantongnya 30 cm dengan volume setara dua botol minuman ringan bersoda. Warnanya merah menyala. Tanaman ini ia temukan di pedalaman Pontianak dan ia besarkan selama dua tahun hingga pesonanya memancar kuat. Sebetulnya, bukan keelokan warna yang membikin spesies bicalcarata amat khas. Tapi, dua pucuk menyerupai 'taring' yang menggantung di atas perutnya. Seringai sepasang taring ini tak bakal Anda jumpai pada seluruh 82 spesies nepenthes. Bila dipandang sekilas, ''Ia tampak seperti kepala naga, bukan?'' kata Abdul Kadir. Ketika akhirnya bicalcarata kesayangannya ditawar orang pada awal Januari tahun silam, Abdul Kadir pun mendapat rezeki. ''Dilepas 13 juta rupiah,'' kata laki-laki lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. Suska pun punya perasaan serupa. Suska melabeli kantong semar dagangannya dengan sebutan 'kantong semar rezeki'. ''Sebagian percaya memelihara kantong semar bisa mendatangkan rezeki, he he,'' ujar pemilik Suska Nurseri ini sumringah. Boleh percaya, boleh tidak. (Imy)


Sumber : langitlangit.com


(Plantamor, http://www.plantamor.com/artdtail.php?artindx=5)

Kantong Semar menurut wikipedia




Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Republik Rakyat Cina bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.

Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.